Kabar24.id - Kisah pilu dialami seorang perempuan perantau berinisial S yang mengaku menjadi korban eksploitasi oleh orang terdekatnya sendiri.
Pengakuan tersebut dikutipdari livantara.com pada Jumat (17/4/2026).
S awalnya datang ke kota besar dengan harapan bekerja sebagai karyawan pabrik.
Namun, perjalanan hidupnya justru berubah drastis dari harapan menjadi penderitaan.
Ia mengaku sempat bekerja di tempat hiburan sebagai pemandu lagu.
Dari sana, tekanan ekonomi dan lingkungan membuatnya masuk ke praktik prostitusi daring.
Aktivitas tersebut dilakukan melalui aplikasi .
Identitasnya pun berubah menggunakan nama samaran dan foto tertentu.
S mengaku tidak sepenuhnya memiliki kendali atas aktivitas tersebut.
Hal paling mengejutkan adalah dugaan keterlibatan kekasihnya dalam eksploitasi.
Menurut pengakuannya, sang kekasih mengendalikan akun dan komunikasi dengan pelanggan.
Ia juga disebut mengatur tarif serta lokasi pertemuan.
Artikel Terkait
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra Raih KWP Award 2026, Kiprah Pemimpin Perempuan di Perbatasan Diapresiasi
Dari Desa ke Panggung Nasional, Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026 Lewat Program ‘Desaku Maju’
Akademisi ICCN Dr Dwinita Larasati Raih Dua Hibah Riset Bergengsi, Perkuat Ekosistem Desain hingga Teknologi Pascapanen