Kabar24.id - Insiden kekerasan bersenjata kembali terjadi di wilayah Distrik Pogoma, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Peristiwa ini memicu kepanikan warga yang berujung pada pengungsian massal ke pos TNI terdekat.
Kejadian bermula dari aksi pembakaran rumah warga di Kampung Muara yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata. Warga yang ketakutan segera melaporkan insiden tersebut kepada aparat TNI di Pos Timobut.
Baca Juga: Polresta Banyuwangi Bongkar Dua Kasus BBM Ilegal, 1,2 Ton Disita dan Tujuh Tersangka Diamankan
Menindaklanjuti laporan itu, Satgas Koops TNI Habema langsung bergerak cepat dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Operasi ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan sekaligus melindungi masyarakat.
Dari hasil pemantauan menggunakan drone, aparat menemukan sejumlah orang tak dikenal yang membawa senjata api. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya keterlibatan kelompok bersenjata dalam aksi tersebut.
Operasi penindakan kemudian dilakukan secara terencana pada Senin, 13 April 2026. Fokus utama operasi adalah membersihkan wilayah yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata.
Dalam proses penyisiran, aparat TNI sempat terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di sekitar Kampung Muara. Situasi ini semakin meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Kelompok bersenjata akhirnya berhasil dipukul mundur ke arah wilayah Galupaga, Kampung Kembru. Namun, dalam pelariannya, mereka masih melakukan tembakan balasan secara membabi buta.
Tembakan tersebut diduga menggunakan senjata otomatis ringan dan diarahkan ke sekitar permukiman warga. Akibatnya, sejumlah warga sipil menjadi korban luka tembak.
Data yang dihimpun menyebutkan terdapat lima warga yang mengalami luka, termasuk anak-anak. Mereka di antaranya berinisial NK, AT, serta tiga anak berusia 3 hingga 6 tahun.
Para korban mengalami luka di berbagai bagian tubuh seperti kaki, dada, leher, hingga siku. Kondisi ini menunjukkan dampak serius dari konflik bersenjata terhadap masyarakat sipil.
Selain korban luka, sebagian besar warga Kampung Muara memilih mengungsi demi keselamatan. Mereka berjalan kaki menempuh medan berat menuju pos TNI terdekat.
Perjalanan pengungsian tersebut dilakukan dengan melintasi pegunungan terjal sejauh puluhan kilometer. Tujuannya adalah mencapai Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri.
Artikel Terkait
Putin Tegaskan Rusia Terbuka Kerja Sama dengan Indonesia dari Energi hingga Militer, Prabowo: Hampir Semua Bidang Disepakati
Polresta Banyuwangi Terapkan Restorative Justice, Kasus Penganiayaan di Banyuwangi Diselesaikan Damai Berbasis Kemanusiaan
Polresta Banyuwangi Bongkar Dua Kasus BBM Ilegal, 1,2 Ton Disita dan Tujuh Tersangka Diamankan