Keputusan pailit ini juga menjadi pukulan berat bagi industri tekstil nasional, mengingat Sritex merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Indonesia.
"Industri tekstil selama ini menjadi salah satu sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, dan apa yang terjadi pada Sritex menjadi peringatan bagi kita semua akan tantangan besar yang dihadapi sektor ini," ungkapnya.
Hendry menyoroti pentingnya evaluasi terhadap daya saing industri tekstil nasional, termasuk dampak serbuan impor yang melemahkan industri dalam negeri.
"Regulasi yang lebih berpihak kepada industri dalam negeri harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terus berulang," katanya.
Baca Juga: Oscar 2025: Kejutan, Sejarah Baru, dan Daftar Lengkap Pemenang
Ia juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk menyiapkan program pelatihan ulang (reskilling & upskilling) agar pekerja yang terdampak dapat terserap kembali di industri lain atau memiliki keterampilan baru.
Lebih lanjut, Hendry menegaskan bahwa kasus Sritex harus menjadi pelajaran berharga agar sektor tekstil dan manufaktur dalam negeri tidak semakin terpuruk.
"Kami di Komisi VII DPR RI akan terus mengawal perkembangan industri nasional agar tetap mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Hotman Paris Tuntut Permintaan Maaf dan Minta Ahok Kembalikan Seluruh Gajinya Selama Menjabat di Pertamina
Profil Elsa Laksono: Dokter Gigi sang Pendaki Senior yang Wafat di Puncak Carstensz
Agenda Retret Kepala Daerah Dilaporkan ke KPK, Penunjukan PT Lembah Tidar Indonesia Diduga Tidak Transparan
Ini Doa Setelah Shalat Tarawih, Bacaan Kamilin Lengkap dengan Latin dan Terjemah
Review Elektronik : MIXIO TL-20 PAKET Soundcard Mikrofon Live Streaming