Dihantam Covid19, Penerimaan Pajak Bakal Anjlok

JEMBER – Pandemi Covid-19 membuat penerimaan negara dari sektor pajak bakal menurun. Sinyalemen ini disampaikan oleh Moh. Miqdat, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Menurut Moh. Miqdat, pada tahun 2021 nanti diperkirakan penerimaan negara dari pajak bakal turun drastis hingga 8,63 persen.


Untuk mengantisipasi agar tidak parah, oleh karena itu dirinya berharap ada terobosan di bidang kesehatan dalam penemuan vaksin Covid-19 sehingga pandemi ini dapat ditangani. Dan dunia ekonomi bisnis bisa kembali seperti semula. Jika tidak, dikhawatirkan akan sangat berpengaruh besar terhadap kondisi keuangan dalam negeri. 


 “Anggaran Pendapatan Belanja Negara pada tahun 2020 mencapai Rp 2,230 triliun. Dari angka itu delapan puluh lima persen merupakan kontribusi dari perpajakan, jadi bisa dihitung berapa potensi kehilangan pemasukan dari sisi pajak,” jelas Moh. Miqdat dalam acara kuliah Umum dengan mengusung tema ”Tax Audit dan Kampus Merdeka” yang digelar secara daring (10/9). 


Dalam kesempatan itu, hadir pula sebagai narasumber R. Waluyo, Dr. Siti Maria Wardayati Dosen Auditing FEB UNEJ, dan Prof. Dr. Sukrisno Agoes . Sementara itu Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember dalam sambutannya mengatakan kuliah umum kali ini menurutnya sangat unik, bagaimana hubungan Tax Audit dengan program Kampus Merdeka.


 “Pajak merupakan sumber pembiayaan utama bagi suatu negara termasuk Indonesia, namun permasalahan di Indonesia dari aspek jumlah tarikan pajak meningkat dari tahun ketahun, akan tetapi tiap tahunnnya kurang dari apa yang ditargetkan diawal saat penyusunan anggaran,” katanya.

Iwan Taruna melanjutkan, bidang perpajakan Indonesia masih terus perlu pengembangan, terutama dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). “Ttingkat rasio sumber daya manusia antara petugas perpajakan dan wajib pajak masih jauh dari ideal. Rasionya 1 berbanding 530, belum lagi dengan masalah kehandalan dan kompetensi dari para SDM yang menurut saya sangat beragam,” katanya. Dengan demikian maka pendidikan dan pelatihan SDM perpajakan harus ditingkatkan, dan dalam hal ini peran kampus dibutuhkan.


Reporter : Isriadi
Editor : Ardi Wardoyo

Apa Reaksi Anda?