• Jelajahi

    Copyright © Kabar24.id
    media news network

    Iklan

    Iklan Beranda

    Rafael Alun Nangis-nangis Ungkap Kondisi Keuangan Keluarganya, Sebut Anaknya Jual Ayam di Pinggir Jalan

    28 November 2023, 09.35 WIB

    Mantan pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo, menjelaskan kondisi keuangan keluarganya dalam persidangan.

    Dalam momen itu, Rafel Alun Trisambodo menangis sesenggukan meratapi nasib bisnis keluarganya yang harus gulung tikar.

    Rafael menyebut restorannya di Jogja, Bilik Kayu harus tutup.

    Awalnya, Rafael mengungkapkan kondisi anaknya, Christofer Dhyaksa yang sampai membuka warung makan tenda di pinggir jalan.

    Hal itu imbas aset-aset Rafael Alun yang disita.

    Dia mengatakan, putranya sempat mendatangi dia ke rutan untuk meminta sokongan modal buka warung makan tenda tersebut.

    "Christofer pernah datang mengunjungi saya di Rutan meminta bantuan 12 juta untuk membeli tenda, katena restoran kami yang di Jogja sudah tutup, Yang Mulia," ujarnya dengan suara bergetar dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (27/11/2023).

    Tangis Rafael Alun semakin menjadi ketika menceritakan kakaknya yang memberi bantuan modal usaha kepada sang anak.

    Meski demikian, dia bersyukut karena dagangan sang anak, yakni ayam goreng di pinggir jalan laku keras.

    "Tenda itu terbeli?" tanya penasihat hukum Rafael Alun.

    "Dibantu oleh kakak saya," ujar Rafael Alun sembari menangis.

    "Dan sekarang Yang Mulia, Puji Tuhan dagangannya laris. Mereka hanya berjualan dua jam sudah habis," kata Rafael Alun dengan nafas tersendat-sendat karena tangis.

    Selain restorannya ditutup lantaran kasu hukum, seluruh rekening yang terafiliasi dengan Rafael Alun juga diblokir.

    Rafel mengklaim saldo di rekeningnya kini habis tak bersisa.

    "Rekening semua diblokir. Tapi kemudian saya tahu dari istri saya kalau saldonya semuanya sekarang kosong," katanya.

    Tidak hanya itu, bisnis kos-kosan milik Rafael Alun juga tak luput dari penyitaan.

    Kos-kosan tersebut menurutnya masih beroperasi meskipun disita.

    Namun uang hasil sewanya mesti disetorkan ke KPK.

    "Mohon ijin menjelaskan Yang Mulia. Jadi tempat kos kami di Jalan Melawai hasilnya juga harus disetorkan ke KPK. Jadi istri saya untuk biaya hidup dibantu oleh anak mantu saya," ujarnya.(solo.tribunnews.com)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini