• Jelajahi

    Copyright © Kabar24.id
    media news network

    Iklan

    Iklan Beranda

    Terkuak Motif Yosep Habisi Tuti-Amel, Yoris Curiga Sejak Dipaksa Teken Surat Kuasa!

    19 Oktober 2023, 08.27 WIB


     Polisi menetapkan lima tersangka di kasus pembunuhan Tuti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) yang terjadi pada 18 Agustus 2021 silam. Anak sulung korban, Youries Raja Amalullah pun buka suara soal tragedi yang telah menyeret ayahnya tersebut.

    Sebagaimana diketahui, kelima tersangka itu adalah M Ramdanu alias Danu, yang merupakan keponakan serta sepupu korban. Kemudian suami sekaligus ayah korban, Yosep Hidayah, istri muda Yosep, Mimin, serta kedua anak tirinya Arighi Reksa Pratama dan Abi.

    Melalui kuasa hukumnya, Youries mengaku tidak bisa menyembunyikan dilema dan emosinya setelah menunggu selama 2 tahun lebih polisi mengungkap kasus tersebut. Di satu sisi Youris bersukur, sementara di sisi lain Youris juga terpukul karena ayahnya merupakan pelaku utama yang membunuh ibu dan adiknya.


    "Klien kami mengapresiasi kepolisian yang mengungkap kasus ini selama 2 tahun lebih penyelidikan. Pak Youris bersyukur sekaligus sedih karena bapak kandungnya ternyata merupakan tersangka di kasus ini," kata kuasa hukum Youries, Leni Anggraeni saat berbincang dengan wartawan di Bandung, Rabu (18/10/2023).


    Leni mengatakan, Youries sejak awal sebenarnya sudah menaruh kecurigaan terhadap keterlibatan ayahnya itu. Namun, kecurigaan tersebut tidak bisa ia ungkapkan karena proses penyelidikan masih dilakukan pihak kepolisian.


    Kecurigaan Youries itu kemudian dibeberkan Leni. Pertama, kejanggalan muncul karena ayahnya, Yosep, malah memberikan kabar kematian ibu dan adiknya itu melalui istrinya Youries yang bernama Yanti. Masalahnya kemudian, Yosep mengaku kepada Yanti telah terjadi penculikan terhadap Tuti dan Amel.


    "Jadi menurut keterangan klien kami yang sudah dituang di BAP, memang ada kecurigaan ke papahnya karena ada yang janggal. Kejadian awal yang mengetahui pertama kan papahnya, tapi Pak Yosep memberitahu ada yang tidak sinkron, ada cerita penculikan mamah dan Amel," ujar Leni menceritakan kembali penuturan Youries itu.


    "Nah, kecurigaan selanjutnya karena Pak Yosep itu nelepon bukan ke Yories, tapi ke Yanti, istrinya. Jadi sejak awal klien kami sudah curiga sama papahnya sama Danu sudah terlibat," ucap Leni menambahkan.


    Kemudian, usai mayat Tuti dan Amel ditemukan, Youries mendapat perintah dari Yosep supaya memindahkan mobil Toyota Yaris yang terparkir di TKP, tepat di samping mobil Alphard. Karena menurut saja, Youries kemudian menuruti perintah Yosep, ayahnya itu.


    "Jadi suruh ambil mobil di TKP, katanya mobil itu mah enggak ada hubungannya sama kejadian. Akhirnya gara-gara itu, klien kami dimarahin sama Kapolres waktu itu," ungkap Leni.


    Bukan hanya itu saja. Youries kata Leni juga sempat dikejar-kejar ayahnya supaya meneken tanda tangan surat kuasa untuk disiapkan pengacara. Youries sempat menolak menandatanganinya karena punya prinsip sendiri.


    "Dipaksa untuk menjadi klien dengan papahnya, biar satu kuasa. Pak Yoris menolak, karena kalau tidak bersalah ngapain harus pake pengacara," ujar Leni menirukan kembali percakapannya dengan Youries tersebut.


    Leni turut membeberkan dugaan motif yang saat ini masih jadi tanda tanya di kasus pembunuhan yang menimpa ibu dan adik kliennya itu. Dari cerita Youries, ada motif ekonomi dalam kasus ini selain masalah rumah tangga.


    Dugaan ini mencuat lantaran Youries merupakan ketua salah satu yayasan sekolah di Subang. Sementara mendiang ibunya ditunjuk menjadi bendahara, dan adiknya jadi sekretaris yayasan.


    Sementara ayah Youries, Yosep, berstatus sebagai dewan pembina yayasan tersebut. Jika ada keperluan uang yang dibutuhkan, maka semuanya harus melalui persetujuan mendiang Tuti yang menjadi bendahara.

    Namun setelah itu, Leni tak ingin menceritakan kembali dugaan motif tersebut. Leni menyerahkan semua pengusutannya langsung ke pihak penyidik kepolisian.


    "Indikasinya memang ada ke yayasan, tapi nanti biar dikembangkan polisi supaya bisa mengungkap ada apa di balik ini. Karena memang setelah kejadian, Pak Yosep ini jadi ketua yayasan, sementara klien kami jadi kepala sekolahnya," tuturnya.


    Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Surawan mengatakan, penyidik masih terus mendalami kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut. Surawan memastikan penyidik masih mendalami keterlibatan kelimanya untuk mengungkap motif kasus itu.


    "Kita masih mendalami motif tersangka ini, kita masih mengumpulkan bukti lain kemudian mencari barang bukti yang dilakukan melakukan pembunuhan," pungkasnya.


    Baca artikel detikjabar, "Kecurigaan Anak Sulung dan Dugaan Motif Yosep Bunuh Tuti-Amel" 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini