Umroh3

Tasyakuran Jokowi, tapi Desak Tuntaskan Sengketa Agraria

JEMBER - Ada yang menarik dalam acara tasyakuran dan doa bersama pelantikan presiden yang digelar warga masyarakat Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo Jember Minggu (27/10/2019). Dalam kegiatan ini mereka sekaligus mendesak Presiden Joko Widodo segera tuntaskan kasus sengketa agraria Curahnongko.

 

Kegiatan ini dalam rangka tasyakuran dan doa bersama atas pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Ir. H.Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin. Termasuk juga dilantiknya Kabinet Indonesia Maju yang diadakan oleh DPD Seknas Jokowi Kabupaten Jember dan warga masyarakat desa Curahnongko kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.

 

Baca juga: Sambut HUT RI ke-74, Jokowi Sebut Indonesia Berdiri Kokoh Karena Pancasila

 


Dalam kesempatan itu, warga masyarakat Desa Curahnongko meminta kepada Presiden Joko Widodo bersama kabinet Indonesia Maju agar segera menyelesaikan problem sengketa agraria yang berlangsung di Desa Curahnongko. Yakni sengketa antara warga masyarakat Desa Curahnongko dengan pihak PTPN XII.

 

Dalam acara yang dilaksanakan di Dusun Kulon Gumuk Desa Curahnongko Kecamatan Tempurejo tersebut, Misiran salah satu perwakilan warga menyebutkan bahwa sengketa lahan antara PTPN XII dan warga Desa Curahnongko di atas lahan seluas 332 hektar tersebut sudah sejak lama.

 

Baca juga: Soal Rencana Amandemen Terbatas UUD 1945, MPR Sarankan Membuat Sistem Seperti GBHN

 

"Sengketanya telah berlangsung semenjak tahun 1966," jelasnya. Namun mulai hingga periode pertama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo kasus sengketa agraria di Desa Curahnongko ini masih belum menemukan titik penyelesaian.

 

"Kami dari perwakilan warga sudah mengajukan permohonan kepada Presiden Joko Widodo melalui kemensetneg dan Kantor Staff Kepresidenan agar ada solusi penyelesaian kasus tanah ini," tuturnya. Tapi saat ini masih belum ada titik solusi yang pas agar kasus ini bisa terselesaikan.

 

"Harapan kami dengan adanya kabinet Indonesia Maju, dimana dari menteri BUMN diisi dengan pejabat baru, dan dari wamen agraria dan tata ruang adalah orang yang relatif paham akan problem kerakyatan termasuk permasalahan reforma agraria, maka harapan kita dari warga desa Curahnongko ini bisa terselesaikan di periode ke 2 masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini," tegas misiran salah satu perwakilan warga masyarakat Desa Curahnongko.

 

Baca juga: Ahmad Basarah Sebut Kabar Jadi Kandidat Menteri Muda Jokowi Hoaks

 

Sementara ketua DPW Seknas Jokowi Jawa Timur Sapto Raharjanto berharap dengan diangkatnya Dr. Surya Tjandra sebagai wakil menteri agraria dan tata ruang diharapkan bisa menyelesaikan problem konflik agraria di Indonesia. "Termasuk salah satunya di Desa Curahnongko kecamatan Tempurejo Jember," terang Sapto. 

 

Yang diketahui sosok Dr Surya Tjandra memiliki latar belakang yang cukup panjang di dalam dunia pergerakan dan pembelaan terhadap kaum marhaen. "Oleh karena itu kita berharap agar Dr Surya Tjandra sebagai wamen agraria dan tata ruang bisa ikut mendorong penyelesaian problem agraria ini," terang Sapto. 

 

Pasalnya, permasalahan konflik agraria di Desa Curahnongko sudah cukup banyak menyisakan penderitaan di kalangan masyarakat. 

 

Untuk di wilayah Kabupaten Jember sendiri Seknas Jokowi menilai bahwa Bupati Jember dr Faida sangat lambat didalam merespon problem sengketa agraria di kabupaten Jember, karena sampai saat ini Gugus Tugas Reforma Agraria GTRA Kabupaten Jember tidak segera di bentuk.

 

"Tercatat seknas jokowi sudah bersurat sebanyak tiga kali kepada bupati Jember untuk meminta Audiensi untuk membahas kasus tanah di desa Curahnongko kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember, tetapi sama sekali tidak pernah mendapatkan respons dari Bupati Jember," tegas Sapto Raharjanto.

Reporter : Ardi Wardoyo
Editor : Sigit Edi

Komentar Anda