iklanberita970x250

Delapan Bacabup Sepakat Saling Dukung Melawan Petahana

JEMBER - Tantangan berat bakal dihadapi Bupati Jember Faida jika mencalonkan kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah Jember 2020. Pasalnya, sudah terang-terangan muncul banyak para penantang yang bakal memperebutkan kursi P1.

 

Bahkan, para calon penantang Faida berkumpul bersama di Yayasan Raudlatul Muta'alimin, Kelurahan Baratan, Kecamatan Patrang, Jum'at (18/10/2020) malam.

 

Sebanyak delapan tokoh yang hadir sebagai penantang petahana. Diantaranya, HM Ayub Junaidi; Joko Susanto; Rasyid Zakaria; Kusbandono; Zulkifli; Nur Muhammad Sulis; Hendi Siswanto; dan Abdus Salam.

 

Baca juga: Menakar Keseriusan Para Penantang Petahana di Pilkada Jember

 

Tidak hanya berkumpul, mereka juga menjalin kesepakatan bersama untuk saling mendukung dan tanpa saling menjelekkan. 

 

Termasuk juga berkomitmen yakni siapapun yang mendapatkan rekomendasi partai untuk maju Pilkada, akan didukung seluruh elemen dan tokoh yang hadir dalam jagongan ini.

 

Sebagai simbol kesepakatan bersama, diwujudkan dengan mereka berdiri dan bergandengan tangan. Butuh Bupati Baru (B3) menjadi slogan besar diantara mereka dan ratusan tokoh masyarakat, ulama, pegiat sosial-politik yang hadir dalam acara tersebut.

 

"Tujuannya untuk kerukunan, masing-masing yang nanti akan menjadi Bupati Jember kedepan menggantikan Faida," tegas inisiator B3, Kyai Ayyub Syaiful Rijal atau Gus Syaif.

 

Baca juga: Ditolak NU, Bupati Faida Tugasi Camat Kerahkan Pesantren

 

Ia berpesan khusus kepada siapapun diantara mereka yang nanti jadi Bupati Jember.

 

"Supaya memperbaiki kerusakan yang ditinggalkan Faida. Banyak kerusakan mulai tatanan birokrasi sampai program yang jadi haknya masyarakat," tutur pengasuh Ponpes Asshidiqie Putri ini.

 

Gus Syaif mengutarakan, gerakan kritis yang gencar dilakukannya selama ini untuk kepentingan umum.

 

"Yang kami kritik kinerjanya Faida sebagai Bupati, bukan personalnya. Sudah tidak layak lagi diteruskan menjabat lagi. Harus ganti Bupati," tegasnya.

 

Acara berlangsung hingga larut malam. Para kandidat berkesempatan memperkenalkan diri. Mereka juga diminta mendengarkan pendapat dan ungkapan para pegiat sosial politik yang selama ini mengkritisi, bahkan melaporkan dugaan penyimpangan selama hampir 5 tahun belakangan.

Reporter : Sutrisno
Editor : Muzakki

Komentar Anda