iklanberita970x250

Ditolak NU, Bupati Faida Tugasi Camat Kerahkan Pesantren

JEMBER - Peringatan Hari Santri 2019 akan terasa berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tanggal 22 Oktober nanti, Pemerintah Kabupaten Jember menggelarnya sendiri setelah tawaran bersama Nahdlatul Ulama ditolak. 

 

Puncak Hari Santri oleh Nahdlatul Ulama terpaksa bertempat di lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari lantaran tidak mendapat ijin dari Bupati Jember Faida untuk memakai alun-alun.

 

 

Baca juga: Komunikasi Terputus, HIPMI Jember Tunggu Bupati Baru

 

 

Faida mengakui ada usaha pengerahan massa untuk datang ke acara Hari Santri versi Pemkab. Pengerahan itu melibatkan para camat yang tersebar di 31 kecamatan. 

 

"Camat adalah komandan pelayanan di wilayah yg di beri tugas menfasilitasi dan mengkoordinir layanan di wilayah," sergah Faida dalam keterangannya, Senin (14/10/2019).

 

Ia tidak menyoal tawarannya ditolak oleh PCNU. Menurutnya, Hari Santri patut dimeriahkan sebagai semangat besar masyarakat santri di Jember. 

 

"Semakin banyak pihak yang menyelenggarakan semakin baik. Seperti HUT kemerdekaan RI hingga kepelosok desa. Tidak perlu ada persaingan karena sejatinya pemkab hanyalah pelayan masyarakat. Membantu mewadahi agenda masyarakat. Sinergi adalah kunci sukses," tuturnya.

 

Faida berkilah, Hari Santri bukan ajang berebut perhatian. "Tidak penting siapa yang mendapat nama, karena sejatinya hari santri layak dirayakan pula oleh semua pihak. Bersama-sama, sendiri-sendiri, berkolaborasi, oleh rakyat biasa, oleh santri, dan oleh pihak manapun," terangnya.

 

PCNU Jember menempuh jalan sendiri lagi dalam peringatan Hari Santri 2019. Kendati ada tawaran kegiatan bersama dan biaya penuh dari Pemerintah Kabupaten Jember, namun organisasi Islam terbesar ini menolaknya.

 

Ketua Tanfidziyah PCNU Jember, KH Abdullah Samsul Arifin mengatakan, sikap tersebut berkaca dari pengalaman tahun 2018 silam.

 

"Ketika itu sudah ada anggarannya, tapi Bupati keluar negeri sehingga Hari Santri bersama Pemkab urung dilaksanakan. Kami akhirnya adakan sendiri," ungkap Gus Aab, sebutan akrab KH Abdullah Samsul Arifin, Senin (14/10/2019).

 

Baca juga: Rasyid Sindir Kerenggangan Faida dengan Parlemen dan Parpol

 

NU tidak bergantung pada kucuran dana APBD. Sehingga, Gus Aab menyatakan untuk peringatan Hari Santri sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan swadaya pengurus NU hingga tingkat ranting, bahkan sampai pada level jam'iyah.

 

Hari Santri merupakan keputusan Presiden Joko Widodo menjadikannya sebagai Hari Libur Nasional setiap tanggal 22 Oktober sejak tahun 2015.

Reporter : Sutrisno
Editor : Muzakki

Komentar Anda