iklanberita970x250

Resiko Ancaman dan Pelecehan Seksual Bagi Pengguna Jasa Pinjaman Online Illegal

JEMBER - Masyarakat harus waspada. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hanya ada 127 usaha jasa pinjaman online yang terdaftar (legal) dan 1.230 jasa usaha lainnya ilegal.

 

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi OJK Pusat Tongam L. Tobing menyebutkan banyaknya usaha jasa pinjaman online itu karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kebutuhan masyarakat untuk memperoleh pinjaman secara online lebih mudah dibandingkan perbankan.

 

Baca juga: BPR Bermasalah Bisa Diopname OJK

 

Saat memberikan sosialisasi Stop Investasi Illegal di Jember, Selasa (27/8) sore. Tongam L Tobing mengungkapkan banyak muncul usaha jasa pinjaman online illegal, karena pelaku lebih mudah membuat aplikasi dan permintaan yang sangat besar dari masyarakat. Ada beberapa resiko yang harus ditanggung masyarakat pengguna jasa pinjaman online illegal, mulai dari nilai bunga yang tidak wajar hingga ancaman.

 

“Bunga pinjaman yang tidak jelas, penyebaran data pribadi peminjam, penagihan yang kepada keluarga, rekan kerja dan atasan, fitnah, ancaman, pelecehan seksual, hingga penagihan sebelum waktunya,” kata Tongam L Tobing.

 

Baca juga: TPAKD Jember Akan Optimalkan Potensi Puger

 

OJK kata Tongam sudah menghentikan seluruh usaha jasa pinjaman online illegal itu dan menyerahkan kepada masyarakat untuk melaporkan melalui jalur hukum yang berlaku. Masyarakat dapat melihat usaha jasa pinjaman online yang terdaftar di OJK melalui situs resmi dan call center 157.

 

Perusahaan jasa teknologi finansial yang terdaftar di OJK diawasi ketat. “OJK melakukan pengawasan yang sangat efektif dan penegakan kode etik dilakukan asosiasi,” kata Tobing, 

 

Tobing juga menghimbau masyarakat agar berpikir lebih cerdas dan hati-hati menggunakan jasa pinjaman online “pinjamlah sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar. Kami minta masyarakat cerdas meminjam” ujar Tobing. 

 

Baca juga: OJK Minta BPR Lebih Adaptif

 

Dia meminta agar uang pinjaman tersebut digunakan untuk usaha-usaha produktif dan bukan kebutuhan konsumtif. Bunga untuk pinjaman online diserahkan kepada mekanisme pasar yakni hanya 0,8 persen per hari termasuk denda. Kemudian batas waktu pengenaan denda hanya 90 hari sejak tidak bisa dibayar nasabah. Sedangkan maksimum denda kalau tidak mau bayar hanya 100 persen dari pinjaman.

Reporter : Muzakki
Editor : Sigit Edi

Komentar Anda