iklanberita970x250

IKA PMII Jember Himbau Elit Lebih Bijak Hadapi Isu

Jember - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Cabang Jember bekerjasama dengan PP Nurul Huda Pondokjoyo Semboro Jember memperingati Hari Santri Nasional secara bersama pada 27 Oktober 2018.

Agenda tersebut diawali dengan kirab yang melibatkan lebih dari 600 orang santri dan wali santri, yang dilanjutkan dengan doa/istighatsah bersama, dan diakhiri dengan mauidzah kebangsaan oleh KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua Tanfidziah PC NU Jember. 

Dr. Akhmad Taufiq Ketua Umum PC IKAPMII menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional ini bagi IKAPMII menjadi momentum untuk menegaskan tiga hal. Pertama, bahwa santri dan pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI ini, yang diakui atau tidak telah memberikan kontribusi besar terhadap berdiri dan tegaknya NKRI. 

"Kedua, oleh karena itu eksistensi santri dan pesantren perlu diakui oleh siapapun, termasuk oleh 'negara' ini, tanpa ada upaya menghadap-hadapkan di antara keduanya. Ketiga, sebagai Ormas yang berhaluan Aswaja, IKAPMII senantiasa menyerukan kepada semua pihak, agar kehidupan bangsa ini tetap dalam kondisi seimbang dan damai." Kata Taufik, Sabtu 27 Oktober 2018.

"Bertolak dari hal tersebut, isu apapun dalam situasi politik saat ini,yakni berkenaan Pileg dan Pilpres, perlu ditangkap dengan jernih, termasuk isu-isu yang menggunakan kalimat tauhid sebagai isu politiknya." Tambahnya.

Di sisi lain, Ketua PC NU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab dipanggil Gus AAB, menyatakan bahwa para santri dan kiyai aktif dalam proses panjang perjalanan sejarah Indonesia. Menurut para kyai yang dputuskan dalam muktamar Nahdlatul Ulama 1936 di Banjarmasin menyebut bahwa Indonesia sebagai Darus salam, Negara damai bukan Darul Islam dan bukan Darul kufri karena dalam rangka menjaga  untuk berjuang bersama-sama mencapai kemerdekaan dan hidup secara damai. 

"Sejarah juga mencatat bahwa KH. Hasyim Asy ‘ari setelah bertemu Soekarno dalam rangka menjaga kemerdekaan  kemudian mengeluarkan resolusi Jihad yang mewajibkan bagi seluruh ummat Islam untuk melawan penjajah, Wajib Ain bagi yang tinggal dengan jarak 94 km dengan markas penjajah dan wajib kifayah bagi yang tinggal di luar jarak tersebut." Jelas Gus Aab.

Hari Santri Nasional tersebut selain dihadiri PC IKAPMII, juga di hadiri PK PMII di wilayah Jember, PC PMII, dan pengasuh PP Nurul Huda Pondokjoyo Semboro Jember.

Reporter : Ibrahim
Editor : Ikrar

Komentar Anda