Umroh3

Susunan Batu Bata di Jember Diduga Bernilai Sejarah Ditemukan Berdasar Petunjuk Mimpi

JEMBER - Susunan batu bata diduga memiliki nilai sejarah ditemukan warga di Dusun Krajan, Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo. Susunan batu bata itu ditemukan warga yang memang sengaja melakukan penggalian. Menariknya, penggalian dilakukan berdasar petunjuk mimpi.
 

“Saya itu awalnya dapat mimpi yang seperti nyata. Saya melihat sebuah gapura kerajaan yang sangat megah," kata warga yang melakukan penggalian, Faisol Junaedi, Rabu (1/7/2020).
 

Tidak hanya sekali, mimpi itu bahkan datang hingga 4 kali. Sehingga membuat Faisol meyakini ada pesan di balik mimpinya itu.

Baca juga:

 

"Mimpi pertama itu sekitar setahun lalu. Kemudian berulang lagi. Sampai 4 kali. Terakhir saya bermimpi melihat gapura megah itu pada bulan Ramadan lalu," kata Faisol.
 

Dalam mimpi itu, Faisol juga mendapat gambaran yang jelas di mana lokasi gapura tersebut. Yakni di sebuah lahan tegalan milik Bu Asnawiyah.
 

"Akhirnya mimpi itu saya ceritakan ke beberapa teman. Saya ajak mereka untuk melakukan penggalian. Banyak yang tidak percaya, tapi ada juga yang percaya. Nah, yang percaya ini yang mau membantu saya melakukan penggalian," terang pria yang juga merupakan perangkat desa Ledokombo ini.
 

Setelah mendapat izin dari pemilik lahan, penggalian pun mulai dilakukan pada Minggu (28/6) kemarin. Faisol menggali dengan alat seadanya, yakni cangkul.
 

"Mulai menggali sekitar jam satu siang. Kemudian susunan batu bata ini kita temukan sekitar jam 4 sore," kata Faisol.
 

"Ukurannya agak besar, dan habis itu saya memberi tahu teman-teman yang membantu menggali untuk lebih hati-hati dan pelan-pelan,” sambung Faisol.
 

Batu bata itu tersusun rapi dalam tanah. Setelah meyakini batu bata itu memiliki nilai sejarah, Faisol pun menghubungi kades setempat. 
 

“Saya hubungi pimpinan saya, selebihnya apa kata Pak Kades, dan juga menghubungi pemilik tanah. Sepertinya sudah melapor ke lembaga terkait, karena Pak kades yang mengurusi, kemudian (hari ini) datang ke sini. Yang memberi kabar Pak kades itu,” ungkapnya.
 

“Ada bebatuan yang memang awalnya diangkat ke atas, tapi ada juga yang dikembalikan. Selanjutnya untuk keamanan agar tidak dicuri orang, ada 4 buah (batu bata) yang utuh, diamankan di balai desa,” terang Faisol.
 

Apakah susunan batu bata itu memang sebelumnya merupakan bangunan gapura, Faisol mengaku tidak tahu. Sebab untuk memastikan harus dilakukan penelitian.
 

"Saya tidak tahu apakah susunan batu bata itu dulunya bangunan gapura seperti yang ada di mimpi saya. Biarkan yang lebih ahli yang mendalaminya," ucapnya.

Reporter : Isriadi
Editor : Yakub

Komentar Anda