Umroh3

Mulai Besok, Satlantas Polres Jember Tutup Layanan SIM

JEMBER - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember menutup pelayanan bagi masyarakat yang ingin memperpanjang maupun membuat Surat Izin Mengemudi (SIM). Layanan ini akan ditutup pada hari ini, Selasa (31/03/2020). Hal itu dilakukan sebagai upaya kepolisian untuk memutus penyebaran Virus Corona atau Covid - 19.

 

"Kita baru tadi siang terima TR (Telegram Rahasia) dari Mabes Polri dalam hal ini Korlantas, untuk sementara menutup pelayanan publik khususnya layanan SIM," demikian diungkapkan Kasat Lantas Polres Jember AKP M Ardi Wibowo, saat dihubungi Kabar24.id, Senin (30/03/2020). Menurutnya, penutupan layanan itu sampai dengan batas waktu yang tak bisa ditentukan.

 

Baca juga: Tak Sesuai Protokol Penanganan Covid19, Warga Berhak Tolak Karantina

 

Untuk masyarakat yang SIMnya mati sejak penutupan dilakukan, tentunya ada kompensasi. "Jika memang SIMnya mati saat pelayanan ini ditutup, ya pasti kita toleransi dan bisa diperpanjang saat pelayanan kembali dibuka," ungkap Ardi. Mantan Kasat Lantas Polres Bangkalan ini menjelaskan, pelayanan SIM bersentuhan langsung dengan banyak masyarakat. Sehingga dianggap cukup rawan penularan virus Corona.

 

"Apalagi di Jember sudah ada 2 yang posotif (Corona), belum lagi yang ODP (Orang Dalam Pemantauan). Kita sebagai petugas kan tidak bisa mendeteksi mereka," kata Ardi. Sejak virus itu mulai merebak, Satlantas Jember sudah melakukan upaya pencegahan. Diantaranya menyediakan Hand Sanitizer, cek suhu tubuh, hingga bilik sterilisasi.

 

Baca juga: Resepsi Pernikahan Dibubarkan Polisi, Tuan Rumah: Corona kan di Bandung

 

"Meski kita siapkan Hand Sanitizer dan bilik sterilisasi, kan itu masih belum jaminan (bisa menangkal penularan Virus Corona). Makanya langkah kita adalah menutup sementara pelayanan," tegasnya. Berbeda dengan pelayanan SIM, pelayanan untuk Samsat menurut Ardi tetap buka seperti biasa. Masyarakat yang ingin memperpanjang STNK kendaraa, tetap dilayani.

 

Namun untuk tempat duduk antrean di Samsat Jember kini kondisinya berbeda. Masyarakat tidak diperbolehkan duduk terlalu dekat dengan masyarakat lainnya. "Ada 2 kursi yang harus dikosongi. Jadi masyarakat yang antre dan duduk itu harus jaga jarak sekitar 1 meter. Untuk Hand Sanitizer dan bilik sterilisasi, juga kita siapkan," pungkas Ardi.

Reporter : Supra
Editor : Sigit Edi

Komentar Anda