Umroh3

Kapolres: Sebarkan Kabar Hoaks Soal Penculikan, Akan Kita Tindak Tegas

JEMBER-Sejak beberapa minggu terakhir, sejumlah wilayah di Indonesia dihebohkan dengan sejumlah isu penculikan anak. Termasuk di Jember. Namun setelah ditelusuri, isu tersebut ternyata tidak benar. Sebut saja isu percobaan penculikan anak di SDN Jember Lor 1 sekitar 4 hari lalu. Setelah ditelusuri polisi, ternyata orang yang diduga pelaku penculikan adalah wali murid di SD tersebut.

 

Bahkan di sejumlah media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, beredar kabar orang yang diduga pelaku penculikan. Namun ujung-ujungnya mereka bukan pelaku penculikan. Mereka yang dituduh biasanya orang gila dan pemulung. Karena kabar yang dihembuskan, pelaku menyamar sebagai orang gila dan pemulung.

 

Baca juga: SK Tim Pendukung Rehab Kecamatan Catut Nama Kapolres dan Kajari

 

Terkait kondisi tersebut, polisi mengaku akan menindaktegas bagi masyarakat yang menyebar informasi hoaks. "Di Jember sudah ada beberapa kejadian soal isu penculikan. Tapi setelah ditelusuri ternyata bukan. Untuk itu, kita akan tindak tegas bagi masyarakat yang menyebar informasi hoaks tersebut," ungkap Kapolres Jember AKBP Aris Supriyono, Kamis (20/02/20).

 

Menurut Aris, informasi yang belum jelas faktanya tentu sangat berbahaya. Apalagi dikait-kaitkan dengan isu penculikan anak yang marak saat ini. "Coba bayangkan ada orang gangguan jiwa beneran atau pemulung beneran, kemudian diisukan pelaku penculikan. Dan masyarakat termakan oleh isu itu, kan bisa jadi masyarakat melakukan hal-hal yang berujung anarkis. Main hakim sendiri misalnya," kata Aris.

 

Apa yang disampaikan mantan Kapolres Brebes Jawa Tengah ini bukan tanpa alasan. Karena sejak beberapa hari terakhir, di Jember ramai isu penculikan anak, namun setelah ditelusuri karena terjadi kesalahpahaman. "Kayak di Bangsalsari kemarin. Ada orang gangguan jiwa dikira pelaku penculikan. Setelah kita amankan dan kita telusuri, ternyata memang orang stress beneran. Di Balung juga seperti itu kasusnya," jelas Aris.

 

Baca juga: Polisi Datangkan Tim Labfor Periksa Proyek Bangunan Kecamatan Ambruk

 

Lulusan Akpol tahun 2000 ini mengimbau kepada masyarakat, untuk lebih bijak lagi dalam memberi informasi dan menggunakan Medsos. Karena salah dalam memberi informasi, akibatnya bisa fatal. "Karena informasi hoaks selain merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri. Penyebar info hoaks bisa masuk bui," tegas Aris.

 

Terkait isu penculikan, Aris meminta masyarakat untuk selalu waspada. Namun tidak panik. Jika melihat ada orang yang mencurigakan, pihaknya meminta masyarakat untuk segera melapor kepada perangkat desa dan polisi. "Jangan langsung menyebar informasi yang gak jelas di medsos. Silahkan laporkan ke kita, pasti akan kita tindaklanjuti," pungkas Aris.

Reporter : Supra
Editor : Sigit Edi

Komentar Anda