Umroh3

Antisipasi Keuangan Digital, Unej Buat Pusat Kajian Hukum Perbankan

JEMBER – Kebutuhan keuangan seseorang kadang kala membuat bingung, akhirnya menuju jalan pintas dengan menggunakan kartu kredit untuk Tarik tunai, lebih-lebih di era digital sekarang masyarakat dimudahkan dengan layanan jasa dengan berbasis online.

 

Fakultas Hukum Universitas Jember bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan menggelar Kuliah Umum dengan tema “Pengawasan Market Conduck di Era Keuangan Digital” dan Launching Pusat Kajian Hukum Perbankan yang diselenggarakan di Aula Fakultas Hukum Universitas Jember (20/2/20). 

 

Baca juga: BPR Bermasalah Bisa Diopname OJK

 

Dengan menghadikan Sardjito Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen sebagai narasumber dan hadir pula Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember dalam kesempatan itu membuka secara resmi acara tersebut.

 

Menurut Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna kegiatan dapat memperoleh update informasi tenngah bisnis keuangan dan apa saja kegiatan OJK di era digitalisasi saat ini. “Menurut saya ini sesuatu yang baru dan tidak bisa kita tolak, kerena perkembangan digitalisasi diberbagai sector dan perkembangannya sangat cepat, bahkan kita sendiri tidak tahu perkembangan keuangan dalam lima tahun kedepan” jelasnya.

 

Lantas Iwan Taruna menghimbau kepada seluruh peserta agar diera destruktif butuh data yang harus diantisipasi penggunaannya. Menurutnya Fakultas Hukum saat ini sangat beruntung jika dibandingkan dengan fakultas yang lain, dimana leading sektornya sangat luas. 


 
“Keuangan digital memudahkan, tetapi tentu ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan ada mungkin celah hukum yang dimanfaatkan oleh beberapa orang yang berkecimpung pada bisnis ini.” imbuhnya. Iwan Taruna berharap Otoritas Jasa Keuangan OJK bisa melindungi data-data pribadi dari orang atau pelaku jasa keuangan tersebut jika memberikan dampak buruk bagi konsumennya.

 

Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen, Sardjito pada wawancaranya menyampaikan, OJK mempunyai fungsi perlindungan Konsumen di sektor jasa keuangan, oleh karena itu diharapkan masyarakat tahu apa yang dikerjakan OJK, strukturnya seperti apa yang diawasi.

 

Baca juga: TPAKD Jember Akan Optimalkan Potensi Puger

 

“Kami memberikan pemahaman tugas dan fungsi OJK, kami juga menyerap aspirasi dari masyarakat utamanya sivitas akademika yang ada di Fakultas Hukum Universitas Jember ini, melalui kesempatan sesi tanya jawab pada pemaparan materi kami” jelasnya. 

 

Lantas Deputi Komisioner Edukasi Perlindungan Konsumen dengan tegas akan menindak pelaku bisnis jasa keuangan ilegal akan dilaporkan kepada fihak kepolisian sebab di Undang-undang mengenai jasa keuangan secara ilegal belum ada ketentuannya. “Untuk saat ini sudah ada undang-undang perlindungan data pribadi yang nantinya akan kami susun Undang-undang susulan untuk menindak perusahaan jasa keuangan ilegal yang sudah beroperasi tersebut.” pungkasnya.

Reporter : Isriadi
Editor : Ardi Wardoyo

Komentar Anda