iklanberita970x250

Banjir Bandang Jember Disebabkan Kebakaran Hutan

JEMBER - Banjir bandang yang terjadi di Jember memang cukup mengejutkan banyak pihak. Namun siapa yang menyangka jika hal ini disebabkan oleh adanya kebakaran hutan dan lahan yang cukup signifikan di 7 gunung lain di Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. 

 

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat dikonfirmasi di lokasi Banjir Bandang Desa Klungkung, Minggu (2/2/2020). Ia mengatakan, dari hasil indentifikasi penyebab terjadinya banjir bandang seperti yang sudah di Bondowoso dan Jember diakibatkan karena karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

 

Baca juga: 3 Prioritas Utama Penanganan Banjir Bandang Klungkung

 

"Ya bisa kita lihat karhutla jadi salah satu penyebabnya dan ini yang sudah mengalami banjir bandang di Bondowoso dan Jember," ujarnya.

 

Khofifah menjelaskan, sedikitnya ada 7 titik gunung di Jatim yang alami karhutla yang signifikan. Sehingga Pemprov Jatim meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menerjunkan helikopter.

 

"Karhutla cukup signifikan terjadi dan harus meminta bantuan dari BNPB untuk menerjunkan helikopter untuk dilakukan water bombing karena terkendala geografis, jika dilakukan manual," imbuhnya.

 

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir Bandang Klungkung, Gubernur Jatim Minta Recovery Disegerakan

 

Pihaknya meminta PTPN dan Perhutani melakukan reboisasi. Kemudian Pemprov juga sudah menyiapkan format reboisasi dari udara dan saat ini masih dalam prosea pengerjaan. "Masih kita semai dan nanti kita tanam dari udara. Tujuannya bagian dari reboisasi hutan," tuturnya.

 

Khofifah menambahkan, 7 titik karhutla diantaranya di gunung Panderman Kota Batu, Arjuno Welirang di Mojokerto, Argopuro Jember dan beberapa lainnya. Untuk sebab lainnya seperti ilegal loging masih dalam pendalaman oleh instansi vertikal.

Reporter : Juli Saputra
Editor : Ardi Wardoyo

Komentar Anda