Umroh3

Khawatir Ambruk, Guru Mengajar Pakai Helm

JEMBER - Ambruknya salah satu ruang kelas SD Negeri Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, sekitar sebulan lalu, membuat para guru was-was. Apalagi tiga ruang yang digunakan untuk melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sudah tidak layak. Sementara 2 ruang kelas lainnya sudah tidak digunakan karena dikhawatirkan ambruk.


Karena kekhawatiran itu, guru yang mengajar terpaksa memakai Helm. Uswatun, guru kelas 1 SDN Selodakon 03, mengaku trauma pasca salah satu kelas itu ambruk. Apalagi kelas tempat dia mengajar sering jatuh kotoran dari atap. 

 

Baca juga: Diterjang Hujan Angin, Rumah Roboh Timpa Penghuni


"Bahkan pernah ada plafon yang jatuh, beruntung saat itu siswa istirahat," ujar Uswatun sambil memakai Helm.


Menurutnya, tiga ruang lainnya sudah lama dikosongi karena rawan ambruk. Ternyata benar ruang kelas V ambruk pada hari Rabu (17/12/19) sekitar pukul 21.00 WIB. Beruntung ambruknya ruang kelas V ini terjadi pada malam hari sehingga tidak ada korban. 


"Sementara tiga ruang kelas yang dipaksakan untuk ditempati KBM juga sudah tidak layak," katanya.


Masing-masing ruang kelas bagian plafonnya sudah banyak yang jatuh. Demikian juga bagian dinding retak dan bagian atasnya (wuwung) sudah mulai melengkung. Ada dua ruang kelas yang disekat, hanya satu ruang kelas yakni kelas 3 yang ditempati siswa kelas 5. 


"Untuk siswa kelas 6 menempati ruang perpustakaan," ujar Uswatun.

 

Baca juga: Lagi, Gedung SDN di Jember Ambruk

 


Budiono guru kelas V, menjelaskan bahwa musim hujan nanti rencana mau numpang di sekolah MI terdekat. Jika peminjaman gedung MI itu benar dilakukan, tidak semua siswa yang akan dipindah lokasi KBMnya. Namun hanya untuk siswa kelas 1,2 dan kelas 4. 


"Karena dua ruang kelas yang disekat juga rawan ambruk," ungkap Budiono.

Reporter : Supra
Editor : Muzakki

Komentar Anda