iklanberita970x250

Seluruh OPD Mangkir dari Panggilan Panitia Angket DPRD Jember

JEMBER - Panitia angket DPRD Jember senin (6/1/2020) memanggil dan meminta keterangan sejumlah OPD di lingkungan pemerintah kabupaten Jember, namun ternyata seluruhnha mangkir. Beberapa pihak menduga mangkirnya OPD karena atas perintah bupati Faida, karena melalui salah satu kepala OPD dalam group whatsapp, menyebutkan alasannya bahwa bupati bersama timnya masih mengkaji keabsahan panitia angket tersebut.

 


Wakil ketua panitia angket DPRD Jember Siswono mengatakan, undangan secara resmi sudah dikirimkan ke masing-masing OPD tanggal 3 Januari lalu, dan sudah ada tanda terimanya. Namun karena seluruh OPD tidak hadir, maka panitia angket akan segera mengirimkan panggilan kedua, dengan jumlah OPD lebih banyak. 

 

Baca juga: Dua Usulan Masyarakat Akan Dimasukkan Materi Angket

 


"Jika kembali tidak hadir, maka terpaksa akan meminta bantuan polisi untuk melakukan jemput paksa," tegas politisi Gerindra, Siswono.

 


Siswono juga mengingatkan bahwa hak angket merupakan proses politik yang diatur undang-undang, sehingga tidak selayaknya bupati terlalu angkuh melawan undang-undang memerintahkan para pejabatnya untuk tidak menghadiri panggilan panitia angket DPRD.

 

Baca juga: Pansus Angket DPRD Jember Koordinasi Polres Jember

 


Menurut Siswono, senin siang pokja 1 panitia angket DPRD Jember memanggil Badan kepegawaian daerah dan bagian organisasi pemkab, untuk meminta keterangan terkait surat teguran Mendagri, Komisi ASN dan tidak adanya kuota CPNS 2019. Sedangkan pokja 2 memanggil Badan pengelola keuangan dan aset daerah serta pimpinan bank jatim, namun hanya bank Jatim yang hadir.

Reporter : Juli Saputra
Editor : Sigit Edi

Komentar Anda