iklanberita970x250

Tanpa Bantuan Pemkab Jember, Tamasya Bus Jadul Jalan Terus

Jember - Kendati tidak mendapatkan dukungan dari  Pemerintah Kabupaten Jember,  Hasti Utami, anak muda penggagas tamasya bus jadul, tetap sukses dan masih banyak calon wisatawan yang mendaftar untuk berkunjung ke tempat wisata di Kabupaten Jember.

Dimulai sejak  bulan november lalu,  dan terus dijalani setiap hari sabtu dan minggu, serta hari libur itu terus dibanjiri pendaftar.

Hasti menceritakan, bahwa pada awalnya dirinya sudah berusaha menggandeng kerjasama dengan Dinas Perhubungan Pemkab Jember, untuk menyediakan transportasi berupa 1 unit bus.

Namun, mendadak dibatalkan, sehingga terpaksa hanya bisa menyewa bus Damri dan menggunakan mobil pribadi miliknya.

“Alhamdulillah, walaupun kami tak disuport, sampai saat ini, sudah tercatat 700 lebih peserta yang sudah antri untuk mengikuti perjalanan wisata ke Payangan Ambulu, Puger, Ledokombo, dan Sumberjambe,” ujarn Hasti, Senin (11/12/2017) siang.

Menurut Hasti, awal mula perencanaan dengan memberanikan diri mengeluarkan biaya pribadi, menyiapkan bus jadul milik Damri, yang lama tidak terpakai.

“Program awal, kita mengantar wisatawan ke Teluk Love Payangan, sambil melihat produksi ikan dan terasi, sekaligus makan lobster dan gurita,” jelasnya.

Perjalanan tamasya, lanjut hasti,  juga dilakukan ke Kampung Batik Jember di Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe dan Kampung Tanoker di Ledokombo.

 “Peserta bisa langsung  bermain sodor bersama masyarakat sekitar wisatawan, juga sekaligus bisa belanja batik dan durian. Untuk konsumsi, peserta bisa membeli aneka masakan, yang sudah disiapkan Ibu-ibu di tempat wisata, “ ungkapnya.

Dirinya berkomitmen tidak akan berharap untung dari kegiatan tamasya bus kota jadul itu, kecuali hanya untuk menggeliatkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Jember.

Reporter :
Editor : Ikrar

Komentar Anda