iklanberita970x250

Siswa Yang Tak Daftar SNMPTN, Bisa Digantikan Rekannya

JEMBER - Universitas Jember menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 kepada para guru Bimbingan Konseling (BK) SMA, SMK, MA negeri dan swasta di lima kabupaten. Salah satu materinya yakni siswa yang tidak memiliki daftar SNMPTN bisa digantikan temannya. 


Sosialisasi dimulai sejak 6 Desember 2019 lalu di Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Lumajang. Dan salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan oleh para guru BK adalah bagaimana jika siswa yang eligible atau berhak mendaftarkan diri ke jalur SNMPTN 2020 tidak mendaftar. Mereka mempertanyakan sekolah menggantikan dengan siswa lainnya sesuai pemeringkatan. 

 

Baca juga: Dies Natalis ke 55, UNEJ Raih ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

 

Agung Purwanto, Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember memberikan jawaban. “Jika ada siswa yang berhak mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN kemudian memilih tidak menggunakan haknya, maka sekolah bisa menggantikan dengan siswa lain sesuai dengan pemeringkatan yang ada," Ujar Agung. 

 

Namun perlu diingat, hendaknya sekolah sejak awal melakukan pemetaan agar tahu siapa siswanya yang memang berniat tidak mendaftarkan diri di jalur SNMPTN 2020. "Agar terhindar dari permasalahan di kemudian hari,” jelas Agung.

 

Pertanyaan tersebut muncul mengingat di pendaftaran jalur SNMPTN 2020 pihak sekolah diminta menyusun pemeringkatan siswanya sesuai dengan akreditasi yang diperoleh oleh sekolah. Sekolah dengan akreditasi A maka 40 persen siswa terbaiknya bisa mendaftarkan diri ke jalur SNMPTN. 

 

Adapun sekolah dengan akreditasi B maka 25 persen siswa terbaiknya bisa mendaftarkan diri, sementara sekolah dengan akreditasi C hanya memperoleh kuota 5 persen siswa terbaiknya yang bisa mendaftarkan diri. Dalam kenyataan, tidak semua siswa yang berhak mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN menggunakan haknya. 

 

Misalnya karena yang bersangkutan ingin mendaftarkan diri ke sekolah kedinasan, memilih kuliah di luar negeri atau malah sejak awal mantap kuliah di perguruan tinggi swasta. “Jadi, setelah mendaftarkan diri untuk mendapatkan akun LTMPT maka tugas sekolah memasukkan data seluruh siswanya dan melakukan pemeringkatan sesuai akreditasi yang didapat sekolah. Proses ini dilakukan 13 Januari hingga 6 Februari 2020 nanti,” jelas Agung Purwanto.

 

Baca juga: Dewan Desak Pemkab Optimalkan Unej untuk Kajian Daerah

 

 Pria yang juga dosen di Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jember ini lantas mengingatkan sekolah berikut siswa agar segera mendaftarkan diri untuk mendapatkan akun LTMPT, mengingat masa pendaftaran akun LTMPT melalui laman portal.ltmpt.ac.id akan ditutup pada 7 Januari 2020 nanti.

 

Pertanyaan yang juga mengemuka adalah apakah siswa boleh memilih program studi di PTN yang berbeda dengan jurusannya saat sekolah. Menanggapi pertanyaan ini Agung Purwanto menyarankan agar siswa tidak melakukan lintas minat. 

 

“Sebaiknya siswa memilih program studi di PTN yang sesuai dengan jurusannya di SMA dan MA, atau SMK," terangnya. Oleh karena itu, siswa harus mencari informasi informasi sebanyak-sebanyaknya mengenai program studi yang akan dipilih.

 

"Silahkan juga menghubungi Humas dan Protokol Universitas Jember jika ingin berkonsultasi mengenai SNMPTN dan SBMPTN 2020,” pungkas Agung Purwanto saat ditemui di Kampus Tegalboto (12/12/2019).

Reporter : Isriadi
Editor : Ardi Wardoyo

Komentar Anda