iklanberita970x250

700 Lebih ASN Jember Terancam Macet Kenaikan Pangkatnya

JEMBER - Kabar mengejutkan bagi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jember. Pasalnya, ada sekitar 700 ASN lebih ASN di Jember terancam tidak bisa naik pangkat jika Bupati Jember tidak segera bertindak untuk mematuhi surat dari Menteri Dalam Negeri. 

 

Hal ini setelah Gubernur Jawa Timur kahirnya berkirim surat kepada bupati Jember. Intinya memerintahkan agar bupati segera melaksanakan seluruh rekomendasi Mendagri, untuk membatalkan 15 SK dan 30 Perbup SOTK. 

 

Baca juga: Pelanggaran Mutasi Pejabat, Komisi ASN Tegur Bupati Faida


 
Ketua DPRD Jember Itqon Sauqi mengakui pihaknya menerima tembusan surat gubernur. "Isinya sama dengan surat Mendagri, meminta agar bupati segera mencabut 15 SK dan 30 perbup SOTK yang dinilai tidak sesuai aturan," terang Itqon yang merupakan legislator PKB ini. 

 

Selanjutnya bupati diperintahkan untuk mengembalikan SOTK sesuai perbup yang dikeluarkan Desember 2016. "Sebab jika tidak segera dikembalikan, maka 700 orang lebih ASN yang menempati jabatan tidak sesuai prosedur, terancam tidak bisa melakukan proses kenaikan pangkat, " tuturnya. 

 

Selain itu jika tidak segera dikembalikan, akan terjadi tumpang tindih pekerjaan. "Jika ini dibiarkan, makan birokrasi tidak akan berjalan baik," terangnya. Dengan demikian, maka tentu yang dikorbankan adalah masyarakat Jember karena dikhawatirkan mengganggu pelayanan kepada masyarakat. 

 

Baca juga: KPU Jatim Minta Bupati Agar ASN Yang Diperbantukan Tidak Ditarik

 

 Itqon menambahkan, sesuai surat gubernur, selain diminta mencabut 15 SK dan 30 Perbup, bupati juga diminta segera mengembalikan posisi jabatan di lingkungan dinas kependudukan. Sebab untuk proses pengangkatan dan penonaktifan jabatan di dispenduk seharusnya melalui proses ijin kemendagri.

Reporter : Supra
Editor : Sigit Edi

Komentar Anda