iklanberita970x250

Sehari, 3-5 Orang Perempuan Jember Adukan Menjadi Korban Kekerasan

JEMBER - Sepertinya tidak terlihat namun dalam senyapnya di permukaan, banyak perempuan di Jember yang mengalami kekerasan. Hal ini terungkap saat Komunitas Rumah Teduh Jember mengkampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan di Jember. 

 

Dalam rilisnya menyebutkan Kabupaten Jember tindak kekerasan terhadap perempuan juga masih terjadi. LBH Jentera Perempuan Indonesia  menerima pengaduan kekerasan terhadap perempuan cukup banyak. "Sampai 3 - 5 kali per hari (pengaduan kekerasan terhadap perempuan, red) di Kabupaten Jember di tahun 2019," terang Linda. 

 

Baca juga: Rumah Teduh Jember Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

 

Melihat sejumlah data di atas, Komunitas Rumah Teduh Indonesia mengingatkan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan, dan anak masih terjadi. Mata masyarakat juga harus melihat, kalau korban tindak kekerasan bukan hanya perempuan, dan anak, namun juga laki-laki.

 

Kekerasan terhadap perempuan, juga anak itu antara lain berupa kekerasan fisik, kekerasan psikis, juga tindak kekerasan seksual. Tindak kekerasan itu pun terjadi di ruang publik, dan ranah privat. Sejumlah fenomena yang masih terjadi di Indonesia, setiap hari, setiap bulan, dan setiap tahun.

 

Baca juga: Cara Berpakaian Orang Tua Bisa Cegah Kekerasan Seksual Terhadap Anak

 

Karena jika mengacu kembali kepada data dari Komnas Perempuan, setiap hari ada 35 orang perempuan, termasuk anak-anak mengalami tindak kekerasan seksual di rentang waktu antara 2001 - 2010. Artinya dalam dua jam, ada tiga perempuan Indonesia mengalami kekerasan seksual.

 

Pada peringatan 16HAKTP tahun 2019, pihaknya kembali kami menyerukan kepada pemerintah (presiden dan DPR) untuk segera membahas dan mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual. 

Reporter : Isriadi
Editor : Ardi Wardoyo

Komentar Anda