iklanberita970x250

Bertetangga, 3 Orang di Kalisat Malah Saling Bacok

JEMBER - Sulikandi, 40, Rahman, 38 dan Busra, 38, sebenarnya adalah tetangga dekat. Mereka semuanya warga Dusun Junggrang II dan Krajan II, Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat. Tapi diduga karena ucapan yang membuat tersinggung, ketiganya malah saling bacok. 

 

Akibatnya, Sulikandi dan Rahman kini kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit. Keduanya mengalami luka bacok yang cukup parah. Padahal, penyebabnya diduga hanya karena masalah sepele. 

 

Baca juga: Pernah Bacok Adik, Ibu Ikhlas Jika Bahar Dihukum Mati

 

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa sore (12/11/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Sulikandi yang pulang ke rumahnya dengan tergesa-gesa. Dia menyampaikan kepada Maryati, 38, istrinya, bahwa Rahman akan datang ke rumahnya. 

 

Benar saja, tak lama kemudian Rahman datang bersama Busra ke rumah Sulikandi. Kedatangan Rahman ini tidak biasa karena membawa pedang yang diselipkan di pinggangnya sambil memegang Bambu.

 

Saat Sulikandi keluar, Busra langsung mengambil batu di depan rumah dan melemparkannya ke Sulikandi. Selanjutnya, Rahman memukulkan Bambu yang dipegang ke kepala Sulikandi. Mendapat serangan itu, Sulikandi melawan dengan membacokkan celurit ke tubuh Rahman.

 

Akibat bacokan itu, Rahman mengalami luka robek di punggung. Melihat Rahman terluka, Busra yang awalnya ingin membantu langsung lari ke arah barat. Sementara Rahman yang kondisinya terluka, melarikan diri ke arah timur. 

 

Kini, keduanya mengalami luka parah. Sulikandi yang mengalami luka robek di kepala dibawa ke RSD Ajung Kalisat. Sementara Rahman dirawat intensif di Puskesmas Kalisat.

 

Kapolsek Kalisat AKP Sukari, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, aksi penganiayaan itu dipicu persoalan omongan yang membuat tersinggung orang lain. "Infonya omongan Sulikandi ini membuat tersinggung Busra," tuturnya. 

 

Baca juga: Dipondokkan, Bahar Malah Bacok Teman dan Bu Nyai

 

Busra lalu mengajak Rahman ke rumah Sulikandi hingga akhirnya terjadilah aksi penganiayaan tersebut. Hingga kemarin, pihaknya masih belum menetapkan tersangka dalam aksi penganiayaan itu. Pihaknya masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. 

 

"Untuk penetapan tersangka, kita tunggu keterangan saksi-saksi dulu. Kalau barang bukti yang kita amankan diantaranya sebilah celurit Cakong, batu ada bercak darahnya, serbet dan pedang," pungkas Sukari.

Reporter : Isriadi
Editor : Sugeng Prayitno

Komentar Anda